Tuesday, November 2, 2010

PENEMUAN PERTANYAAN untuk JAWABAN


tenunan kisah seperti terhenti, sementara aku tak pernah berlari (dari mu).

aku... aku... aku... (?)

sekejap ingat dan lantas tidak, dan aku enggan berujar ENTAH

sebab TUHAN masih berperan serta dalam jalan-jalan gamang dan risau. tak terkira-tak terhingga.

tak kemas dalam satu episode, seratus episode, bahkan berjuta...

terseok-senggol duri lalu tawa terserak-berderai

serta-merta Kau ikuti aku, meski sadar meski tidak

owh...

mana kata?

puji-puji serta caci (kala lupa)

...

...

...

tak ada kisah terpaut diam,

tak ada ingatan terkangung minda

tak ada makna

imajinasimu, tak lagi ada objek "aku"

terkikis waktu yang tak hendak mengaku, berdalih, dan binasa.

matilah aku tanpa wujud dan keranda

yg tak kau temukan nisan dimanapun jasad menjadi taman-taman kenangan tanpa jiwa

dan bau bangkai serta merta lenyap

sungguh, aku belum mati..






seperti kisah usang lain,,

kalkulasi yg tak dapat terhitung jumlahnya (entah yg keberapa) karena aku terlalu sibuk dengan PENEMUAN PERTANYAAN untuk JAWABAN yg sudah ada.

duduklah aku bertasbih menghadap sembarang arah, aku menyerah...

tak ada pernyatanyaan paling tapat untuk membasuh debu2 perjalanan

setiap sisi hanya kebuntuan masa dan dimensi...

kala itu aku bukan pemifikaran2 yg terlepas dari semu menusia dan pandangan-pandangan...

kala itu aku hanya pembohong2 yg mempermainkan bahasa untuk berbasa-basi dan bicara...

satu dua hari berlalu

hari ini akan menjadi kisah usang lainnya yang terkadang terkenang-terkadang hilang...

setelah waktu tersulam matahari membalut kulit2 yg terjamah dingin...

aku menyerah!

0 komentar:

Post a Comment